Istilah Invisible String dari lagu Taylor Swift menggambarkan hubungan yang ditakdirkan melalui "tali tak terlihat."Foto: Instagram @rachunderscoreAnd isn't it just so pretty to think…All along there was some….Invisible string…"
Lirik lagu dari Taylor Swift ini seolah menangkap keindahan sebuah keyakinan: bahwa setiap orang di dunia ini terhubung dengan seseorang melalui invisible string atau tali tak terlihat.
Mungkin kamu pernah mendengar istilah invisible string dari lagu tersebut, atau sekadar lewat celotehan di media sosial. Meski terdengar manis karena memberi rasa terhubung dengan calon jodoh, namun teori ini juga menyimpan sisi negatif, ladies.
Kalau kamu sedang mencari maknanya, kamu berada di laman yang tepat! kumparanWOMAN akan mengupas secara mendalam mengenai invisible string ini sebelum kamu terhanyut lebih jauh.
Arti Invisible String Theory
Ilustrasi red string theory, legenda soal benang merah yang menghubungkan dua orang yang berjodoh. Foto: Shutterstock
Dikutip dari Healthline, invisible string theory adalah konsep yang menyatakan bahwa seseorang terhubung dengan "tali tak terlihat" yang akan mempertemukan mereka di waktu yang tepat. Misalnya, kamu mungkin bertemu lagi dengan teman SD yang sudah lama berpisah, atau bertemu seseorang secara tak sengaja yang terasa seperti sudah lama dikenal. Sebenarnya konsep ini mirip dengan red string theory
Meski konsep ini bisa memberikan efek positif pada hubungan, nyatanya mempercayainya juga memiliki sisi negatif. Apa saja efeknya? Mari simak pembahasan selanjutnya!
Efek Positif dari Mempercayai Invisible String Theory
Ilustrasi pasangan bahagia. Foto: Shutterstock
1. Memberikan harapan setelah putus dari mantan
Ketika kamu baru saja putus, mempercayai teori ini bisa memberi harapan bahwa kisah cinta baru akan datang. Mungkin kamu belum menemukan "invisible string" versi kamu, tapi percayalah, ada kemungkinan untuk bertemu orang yang tepat di waktu yang pas.
2. Mengurangi tekanan untuk mengejar hubungan yang tidak tepat
Invisible string bukan sekadar soal pacaran, Ladies. Ini juga berlaku untuk membina hubungan yang serius atau rumah tangga. Orang yang percaya teori ini cenderung tidak terburu-buru karena yakin bahwa jika orangnya tepat, mereka akan datang pada waktunya.
3. Membantu menunggu hubungan yang tepat
Mencari cinta memang tidak selalu mudah. Dengan teori ini, kamu terdorong untuk bersabar dan menunggu hubungan yang benar-benar sesuai, daripada terburu-buru menjalin hubungan yang dangkal atau tidak sehat.
Efek Negatif dari Mempercayai Invisible String Theory
Ilustrasi pasangan sedih. Foto: Shutterstock
1. Bisa membuat tetap bertahan di hubungan yang tidak sehat
Jika kamu terlalu percaya bahwa kamu dan pasangan "ditakdirkan" bersama, kamu mungkin menoleransi perilaku buruk atau hubungan yang tidak sehat. Padahal, itu jelas tidak baik untuk kesejahteraanmu, ladies.
2. Membuat merasa tidak punya pilihan lain
Percaya sepenuhnya pada takdir bisa membuatmu sulit menentukan pilihan, bahkan ketika ada jalan yang lebih baik untuk kebahagiaanmu.
3. Sulit melepaskan hubungan yang gagal
Keyakinan bahwa kamu "terikat" dengan seseorang bisa membuat move on menjadi lebih sulit ketika hubungan itu tidak berjalan baik.
Itulah pengertian invisible string, Ladies. Menurutmu, apakah kamu dan pasangan termasuk bagian dari teori ini?