Ilustrasi anak yang diberikan MPASI sesuai usianya. Foto: alice-photo/Shutterstock
Memasuki usia 6 bulan, bayi sudah mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk melengkapi kebutuhan gizinya. Momen ini sering jadi tantangan sekaligus menyenangkan bagi orang tua, karena bayi mulai belajar mengenal rasa, tekstur, dan variasi makanan baru.
Tapi, Moms, penting untuk diingat bahwa MPASI pada tahap awal bukan hanya soal kenyang. MPASI juga penting untuk melatih keterampilan makan dan mengenalkan rasa makanan alami.
Selain itu, pastikan menu MPASI memenuhi makronutrien yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak, serta mikronutrien yang terdiri dari vitamin dan mineral.
Nah, agar tidak bingung, berikut kumparanMOM rangkum 5 ide menu MPASI untuk bayi yang baru mulai makan.
Karbohidrat: beras putih/merah yang dimasak lembut.
Protein: daging ayam tanpa kulit, cincang/haluskan.
Sayur: bayam rebus yang dihaluskan.
Kaya zat besi, protein, dan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi.
2. Puree Kentang + Ikan Salmon + Wortel
Karbohidrat: kentang kukus yang dihaluskan.
Protein & Lemak sehat: ikan salmon kukus, cincang halus.
Sayur: wortel kukus, dihaluskan.
Sumber omega-3, beta karoten, dan energi.
3. Bubur Oat + Tahu + Brokoli
Karbohidrat: oat yang dimasak lembut.
Protein: tahu kukus, haluskan.
Sayur: brokoli kukus yang dihaluskan.
Mengandung serat, kalsium nabati, dan vitamin A, C, K.
4. Puree Ubi Ungu + Daging Sapi + Bayam
Karbohidrat: ubi ungu kukus, haluskan.
Protein: daging sapi giling kukus, haluskan.
Sayur: bayam rebus singkat, haluskan.
Kaya antioksidan, zat besi, dan vitamin.
5. Bubur Jagung + Telur + Labu Kuning
Karbohidrat: jagung manis yang dihaluskan.
Protein: kuning telur matang.
Sayur: labu kuning kukus, haluskan.
Mengandung kolin (baik untuk otak), vitamin A, dan energi.
Tips Tambahan
Moms, cobalah sajikan makanan dengan sendok kecil dan perhatikan respons bayi. Jika ia menolak, jangan langsung dipaksa, ya. Coba lagi di waktu berbeda, karena bayi bisa memerlukan hingga 15 kali percobaan untuk menyukai makanan tertentu.
Tetap berikan ASI atau susu formula sebagai sumber utama gizi bayi.