Tanda Sesak Napas pada Anak yang Perlu Diwaspadai - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tanda Sesak Napas pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Aug 27th 2025, 13:00 by kumparanMOM

Ilustrasi anak balita mengalami pneumonia. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi anak balita mengalami pneumonia. Foto: Shutter Stock

Moms, sering kali sesak napas pada bayi maupun anak membuat orang tua panik. Tapi wajar saja, karena kondisi ini bisa berhubungan dengan masalah serius pada pernapasan. Namun, tidak semua sesak napas berarti gawat darurat. Orang tua perlu memahami tanda-tanda normal dan kapan harus segera membawa si kecil ke rumah sakit.

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, SpA, sesak napas pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. Beberapa contohnya adalah pneumonia, bronkiolitis, croup, hingga asma. Selain itu, sesak napas juga bisa terjadi akibat benda asing yang masuk ke saluran napas.

Mengenal Batas Napas Normal Anak

Ilustrasi bayi pakai sarung tangan. Foto: Shutterstock
Ilustrasi bayi pakai sarung tangan. Foto: Shutterstock

Agar tidak bingung membedakan mana napas normal dan mana yang tergolong sesak, orang tua perlu mengetahui respiration rate (jumlah napas per menit) sesuai usia anak:

  1. Bayi 0–2 bulan: kurang dari 60 kali/menit

  2. Bayi 2–12 bulan: kurang dari 50 kali/menit

  3. Anak 1–5 tahun: kurang dari 40 kali/menit

  4. Anak di atas 5 tahun: kurang dari 30 kali/menit

Jika frekuensi napas anak melebihi angka tersebut, maka ia bisa dikatakan mengalami sesak napas.

Selain menghitung napas, orang tua juga bisa mengenali sesak napas dari tanda-tanda fisik. Misalnya:

  1. Cuping hidung kembang-kempis saat bernapas

  2. Terlihat tarikan dinding dada (retraksi)

  3. Anak tampak gelisah, sulit beraktivitas, atau cepat lelah

  4. Bila sudah berat, dapat terjadi desaturasi (kadar oksigen menurun)

Kondisi-kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera, Moms.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Hal terpenting adalah tetap tenang. Panik justru membuat penanganan pertama menjadi tidak optimal.

"Kalau anak sesak, tetap tenang. Buka bajunya, lihat frekuensi napas dan ada tidaknya tarikan dada. Kalau memberat, segera bawa ke IGD." dr. Reza Abdussalam, SpA, Dokter Spesialis Anak, Expert kumparanMOM, Selasa (26/08)

Sesak napas bisa memiliki penyebab yang berbeda-beda, sehingga pengobatannya juga harus sesuai diagnosis medis, Moms.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url