Silent treatment adalah salah satu jenis respon saat pasangan tengah bertengkar. Foto: Shutterstock
Pertengkaran adalah salah satu dinamika yang wajar terjadi dalam hubungan asmara. Setiap pasangan tentu punya cara masing-masing untuk menghadapinya. Salah satu cara yang sering ditemui adalah silent treatment.
Istilah ini cukup populer belakangan, tetapi sebenarnya apa arti silent treatment itu sendiri? Mari cari tahu dalam artikel berikut ini.
Dikutip dari Medical News Today, silent treatment adalah kondisi ketika pasangan lebih memilih diam dikala marah. Mereka akan menolak berbicara, menghindari kontak, bahkan menghilang ketika sedang bertengkar. Perilaku ini dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.
Silent treatment merupakan salah satu cara seseorang mengekspresikan kemarahan, ketidaksetujuan, atau rasa meremehkan dengan berhenti berbicara atau bahkan menolak mengakui keberadaan pasangannya.
Ada beberapa alasan orang memilih silent treatment salah satunya untuk menghindari pertengkaran. Foto: metamorworks/Shutterstock
Ada beberapa alasan mengapa seseorang menggunakan diam sebagai bentuk respons saat marah, yaitu:
1. Berusaha menghindari pertengkaran
Kadang, silent treatment dilakukan untuk menghindari konflik yang lebih besar. Seseorang mungkin khawatir akan melontarkan kata-kata yang menyakitkan jika tetap berbicara, sehingga memilih diam.
2. Sebagai bentuk komunikasi
Bagi mereka yang menerapkan, diam sebenarnya tetap menyampaikan pesan. Ini menjadi satu-satunya cara yang mereka kenal untuk menunjukkan ketidakpuasan atau kekecewaan.
3. Sebagai hukuman atau balas dendam
Tak jarang, silent treatment digunakan sebagai bentuk hukuman. Misalnya, pasangan sengaja mendiamkan agar pihak lain merasa bersalah atau terpaksa menuruti keinginannya. Dalam konteks ini, diam bisa menjadi bentuk manipulasi emosional.
Efek Silent Treatment dalam Hubungan
Silent treatment memiliki efek pada hubungan. Foto: Shutterstock
Diam tidak selalu emas, Ladies. Nyatanya ada efek dari menerapkan silent treatment, di antaranya:
1. Kesalahpahaman
Saat seseorang memilih diam dan menolak berdiskusi, pasangan tidak akan selalu mengerti maksud atau alasan di balik sikap tersebut. Kondisi ini bisa memicu kebingungan dan berujung pada kesalahpahaman di antara kalian.
2. Menimbulkan stres
Pasangan yang menjadi korban silent treatment bisa merasa cemas, bingung, dan tertekan karena tidak tahu apa kesalahannya atau bagaimana memperbaikinya.
3. Konflik yang berkepanjangan
Sebuah jurnal berjudul "The Dyadic Construction of Romantic Conflict Recovery Sabotage" yang diterbitkan pada 2017, menjelaskan bahwa pasangan yang menghindari pembicaraan justru lebih rentan terjebak pada perselisihan berulang. Hal ini terjadi karena mereka kehilangan kesempatan untuk membahas perasaan dan menyelesaikan masalah secara tuntas.