Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Senin (6/9). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan profit taking atau tindakan menjual aset setelah harga naik untuk mengamankan keuntungan, pada kisaran level 7.550-7.600 pada perdagangan Rabu (30/7).
Sebelumnya, pada Selasa (29/7) IHSG ditutup naik 3,139 poin atau 0,04 persen ke posisi 7.617,907.
Menurut Analis Phintraco Sekuritas, setelah mengalami pullback dan menutup gap down di sekitar level 7.568, IHSG kembali berbalik menguat. Namun pada penutupan, pola candlestick IHSG membentuk pola doji dengan indikator yang overbought.
"Sehingga diperkirakan IHSG masih rentan profit taking pada kisaran level 7.550-7.600," tulis Analis Phintraco Sekuritas pada Rabu (30/7).
Penyebab IHSG diprediksi profit taking karena investor masih menantikan pertemuan dagang AS-China, pertemuan Federal Reserve (The Fed), sejumlah data indikator ekonomi, earning season kuartal II 2025, dan penantian deadline pemberlakukan tarif pada 1 Agustus 2025.
Beberapa data ekonomi penting lainnya yang akan dicermati investor adalah data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 dari Jerman dan kawasan Eropa.
Dari Amerika Serikat (AS) juga akan dirilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025, ADP Employment Change atau laporan yang mengukur perubahan jumlah pekerja di sektor swasta non-pertanian di AS, serta indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) prices.
Adapun, saham-saham yang dapat direkomendasikan Phintraco Sekuritas pada Rabu (30/7) adalah JPFA, DOID, BRMS, PGAS, dan SMGR.
Berbeda, MNC Sekuritas memprediksi IHSG pada Rabu (30/7) bakal berada di zona hijau pada level 7.675-7.699.
"Kami perkirakan, posisi IHSG masih berada pada bagian akhir dari wave v dari wave (iii) dari wave [c], sehingga penguatan IHSG diperkirakan akan menguji rentang 7.675-7.699," tulis Analis MNC Sekuritas dalam keterangannya, Rabu (30/7).
Adapun, saham-saham yang dapat direkomendasikan MNC Sekuritas pada Rabu (30/7) meliputi CMRY, EXCL, PSAB, dan RAJA.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.