Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERS
Rusia mengatakan penghentian bantuan militer AS ke Ukraina adalah kontribusi terbaik untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Penghentian bantuan militer ke Ukraina dilakukan setelah debat panas antara Presiden Donald Trump dan Presiden Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pada Jumat (28/2).
"Jika Amerika Serikat berhenti [memberi bantuan militer], ini mungkin kontribusi terbaik untuk perdamaian," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari Reuters.
"Solusi itu dapat mendorong rezim Kiev menuju proses perdamaian," katanya lagi.
Peskov juga menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi. Ia kemudian menyinggung bahwa AS menjadi pemasok militer utama Ukraina sejak Moskow meluncurkan serangan invasi pada Februari 2023.
Penghentian pengiriman bantuan militer ke Ukraina diungkapkan oleh pejabat AS yang namanya dirahasiakan.
"Kami sedang menghentikan dan meninjau bantuan kami untuk memastikan bahwa bantuan tersebut berkontribusi pada solusi," sambung dia.
Bantuan kemanusiaan masif dikirim AS di masa pemerintahan mantan presiden Joe Biden untuk menunjukkan dukungan terhadap Ukraina. Namun, semenjak Trump berkuasa kembali, kebijakan politik luar negeri terhadap situasi di Rusia dan Ukraina berubah.
Trump terlihat lebih 'lembek' dengan Rusia jika dibandingkan di era Biden.
Saat diterima di Gedung Putih, Trump secara terbuka mengkritik Zelensky. Menurutnya, Zelensky tidak bersyukur atas bantuan militer negaranya.
Karena perdebatan panas itu juga, kesepakatan pengelolaan mineral di Ukraina yang diinginkan AS gagal disepakati.