Jan 3rd 2025, 08:52, by Darryl Ramadhan, kumparanNEWS
Penyidik anti korupsi dan petugas kepolisian tiba di kediaman Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di Seoul, Korea Selatan, Jumat (3/1). Foto: Jung Yeon-je/AFPPenyidik Kantor Investigasi Korupsi Korea Selatan (CIO) tengah mengeksekusi perintah pengadilan untuk menangkap Presiden Yoon Suk Yeol yang sudah dimakzulkan. Perintah ini merupakan putusan pengadilan untuk menangkap Yoon, dalam kasus darurat militer ilegal yang diserukan Yoon pada 3 Desember 2024 lalu. Foto: Jung Yeon-je/AFPMereka sudah tiba di kediaman Yoon sejak pukul 06.00 waktu setempat. Para penyidik itu didampingi personel kepolisian, dan setelah melewati beberapa pembatas, akhirnya mereka masuk ke kediaman Yoon. Foto: Jung Yeon-je/AFPNamun, mereka dihalangi oleh unit militer yang berjaga di kediaman presiden. Foto: Jung Yeon-je/AFPFoto: Jung Yeon-je/AFP
Penyidik antikorupsi dan petugas kepolisian tiba di kediaman Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol di Seoul, Korea Selatan, Jumat (3/1).
Penyidik Kantor Investigasi Korupsi Korea Selatan (CIO) tengah mengeksekusi perintah pengadilan untuk menangkap Presiden Yoon Suk Yeol yang sudah dimakzulkan. Perintah ini merupakan putusan pengadilan untuk menangkap Yoon, dalam kasus darurat militer ilegal yang diserukan Yoon pada 3 Desember 2024 lalu.
Mereka sudah tiba di kediaman Yoon sejak pukul 06.00 waktu setempat. Para penyidik itu didampingi personel kepolisian, dan setelah melewati beberapa pembatas, akhirnya mereka masuk ke kediaman Yoon.
Namun, mereka dihalangi oleh unit militer yang berjaga di kediaman presiden. Saat ini, para penyidik CIO untuk sementara menjauhi tim keamanan yang berjaga di kediaman presiden Yoon.
Sejumlah kendaraan polisi Korea Selatan terparkir di dekat kediaman Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol di Seoul, Korea Selatan, Jumat (3/1/2025). Foto: Philip Fong/AFP