Korlantas Berlakukan Kanalisasi Titik Bottleneck Potensi Macet di Tol Trans Jawa

Halaman ini telah diakses: Views
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso dalam Dialog Publik Operasi Ketupat dan Startegi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2024 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso dalam Dialog Publik Operasi Ketupat dan Startegi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2024 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Korlantas Polri telah memetakan titik-titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan di ruas Tol Trans Jawa saat arus mudik Lebaran 2024. Salah satunya adalah titik penyempitan jalan atau bottleneck.

Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Raden Slamet Santoso mengungkapkan, ada sejumlah titik bottleneck yang dikhawatirkan menimbulkan kemacetan.

Hal ini disampaikannya dalam Dialog Publik Operasi Ketupat dan Startegi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2024 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Sejumlah kendaraan dari anggota Gaikindo menjajal Tol Trans Jawa Foto: istimewa
Sejumlah kendaraan dari anggota Gaikindo menjajal Tol Trans Jawa Foto: istimewa

"Itu kalau kita masuk dari awal, Halim itu ada 3 lajur. Kemudian sampai di MBZ, di KM 13, itu nambah jadi 2 lajur di atas, 3 lajur di bawah. Kemudian di KM 46, itu turun menjadi 4 lajur. Dari 5 (lajur), 3 di bawah, 2 di atas, kemudian turun lagi menjadi 4 lajur. Itu adalah titik-titik krusial bottleneck yang akan kita antisipasi penanganannya supaya tidak terjadi stuck di situ," kata Slamet, Selasa (2/4).

Selain itu, Slamet merincikan, titik bottleneck lainnya terjadi pada KM 72 hingga KM 98 yang mengalami penyempitan dari 4 lajur menjadi 3 lajur.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso dalam Dialog Publik Operasi Ketupat dan Startegi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2024 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso dalam Dialog Publik Operasi Ketupat dan Startegi Pemerintah Hadapi Mudik Lebaran 2024 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (2/4). Foto: Jonathan Devin/kumparan

"Begitu masuk ke tol Cipali, Cikampek-Palimanan, itu menjadi dua lajur, sehingga ada beberapa gradasi lajur jalan," tambah dia.

Karenanya, Slamet menjelaskan, perlu ada penanganan khusus di titik-titik tersebut agar tidak terjadi kemacetan. Upaya yang dilakukan adalah memberlakukan kanalisasi sejauh 1 kilometer dan menurunkan Tim Urai Kemacetan.

"Di bottleneck kita sudah siapkan tim urai, kemudian antara naik turun di atas dan bawah itu akan kita tutup dulu sepanjang 1 kilo, sehingga nanti pergantiannya itu tidak langsung crash gitu, sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Itu salah satunya untuk di bottleneck dari lebar ke kecil," ungkapnya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url