Petugas Haji Diminta Siap Bekerja 24 Jam, Jemaah Jangan Sungkan Minta Bantuan

Halaman ini telah diakses: Views
Petugas membantu seorang jemaah haji kloter BTH 1 menaiki bus di Hotel 310 Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Senin (3/7/2023).  Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO
Petugas membantu seorang jemaah haji kloter BTH 1 menaiki bus di Hotel 310 Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Senin (3/7/2023). Foto: Wahyu Putro A/ANTARA FOTO

Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI, Arsad Hidayat meminta komitmen para petugas haji untuk bersedia bekerja 24 jam dalam melayani jemaah.

Sebab saat di Tanah Suci nanti bisa saja ada jemaah yang membutuhkan bantuan saat malam atau dini hari. Petugas haji harus siap dan segera memberikan pertolongan.

"Yang lebih penting dari itu adalah petugas siap bekerja 24 jam. Petugas bisa istirahat ketika tidak ada lagi pekerjaan, tetapi ketika ada permintaan atau telepon petugas harus siap," ujar Arsad saat memberikan arahan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 890 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dikutip Jumat (22/3).

Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI, Arsad Hidayat, saat memberikan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 890 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede. Foto: Salmah Muslimah/kumparan
Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag RI, Arsad Hidayat, saat memberikan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 890 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, di Asrama Haji Pondok Gede. Foto: Salmah Muslimah/kumparan

Para petugas haji juga diwajibkan menggunakan seragam saat bertugas walaupun saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi agar mudah dikenali oleh para jemaah. Seragam tersebut tertulis kata Indonesia dan ada gambar bendera Merah Putih.

"Seragam adalah jati diri petugas haji. Sebagai pembentuk perilaku dan sikap ketika berhadapan dengan jemaah. Seragam juga akan memudahkan jemaah meminta bantuan terutama yang tersesat," ungkap Arsad.

"Untuk itu, saya juga minta komitmen petugas untuk menjalankan seluruh tugas dan kewajiban yang ada dalam pakta integritas. Komitmen ini harus dijaga dan dijalankan dengan baik," imbuhnya.

Layani Jemaah Lansia seperti Orang Tua Sendiri

Sementara itu, Stafsus Menag Ishfah Abidal Azis mengatakan fokus layanan haji tahun 2023 dan 2024 adalah memberikan prioritas layanan lansia. Haji ramah lansia menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk para petugas haji.

Ishfah mengungkapkan banyak kendala yang akan dihadapi petugas haji saat bertugas di Arab Saudi. Contohnya kendala bahasa, masalah antar petugas, jemaah hingga cuaca yang panas.

"Tantangan dari dalam diri kita, dari anggota tim, kita juga mendapat tantangan dari jemaah haji," kata Ishfah saat memberikan materi di Bimtek PPIHPPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (21/3) malam.

Petugas haji diminta untuk melayani jemaah lansia dengan sepenuh hati dan menganggap seperti orang tua sendiri.

"Tanamkan dalam jiwa kita bahwa jemaah haji Indonesia dalam kondisi apa pun adalah orang tua kita yang harus kita layani," katanya.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url