Momen Ramadan, Home Credit Bidik Kenaikan Volume Pembiayaan

Halaman ini telah diakses: Views
Ilustrasi home credit. Foto: Shutterstock
Ilustrasi home credit. Foto: Shutterstock

Perusahaan pembiayaan, PT Home Credit Indonesia (Home Credit), mendorong penyaluran pembiayaan di momen ramadan ini. Apalagi ramadan juga merupakan momen yang paling menarik bagi masyarakat Indonesia untuk berbelanja pada kuartal I 2024.

Pada 2023, volume pembiayaan Home Credit mencapai lebih dari Rp 9,3 triliun sepanjang 2023, atau meningkat 11 persen dibandingkan dengan Rp 8,4 triliun pada 2022. Hal itu dipengaruhi aneka layanan keuangan yang inovatif perusahaan yang telah digunakan oleh sekitar 6,2 juta pelanggan di Indonesia.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memproyeksi pembiayaan di industri keuangan akan meningkat 11 persen hingga 13 persen pada momentum ramadan hingga menjelang Idul Fitri tahun ini.

"Kami saat ini sudah 6,2 juta pelanggan di tahun 2023, pembiayaan yang kami salurkan Rp 9,3 triliun, termasuk pembiayaan barang seperri smartphone, TV, kulkas, pembiayaan ke dunia usaha, termasuk UMKM. Di tahun 2024 ini kami mau menjangkau 13 juta pelanggan," kata Chief Marketing & Digital Officer Home Credit, Sheldon Chuan, dalam keterangannya, Jumat (22/3).

Ia mengatakan, hasil riset yang dibuat oleh tim Market Research Home Credit menunjukkan bahwa 80 persen responden menganggap ramadan adalah momen yang paling menarik untuk belanja, lebih tinggi dibandingkan dengan imlek (11 persen), hari valentine (5 persen) dan pemilu (4 persen).

Dalam riset yang sama, responden juga mengungkapkan bahwa mereka memiliki sejumlah rencana di bulan ramadan. Rencana tersebut antara lain bepergian (32 persen), membuka bisnis baru (31 persen), membeli pakaian baru (27 persen), dan membeli sejumlah barang seperti smartphone, gadget, furniture, laptop atau komputer dan sebagainya (22 persen).

"Home Credit terus berkomitmen untuk membuka kesempatan-kesempatan baru bagi masyarakat Indonesia melalui penyediaan aneka layanan keuangan berupa pembiayaan barang hingga pembiayaan tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3).

Ia menyebut, barang seperti smartphone, gadget, laptop hingga membuka bisnis baru, menjadi alasan masyarakat mengakses pembiayaan. Bahkan Home Credit memiliki promo menarik berupa bunga nol persen dan bebas satu kali cicilan untuk pembiayaan smartphone serta tablet.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Sigit Sembodo menjelaskan bahwa momentum ramadan dan Idul Fitri mendorong kenaikan pembiayaan. Menurutnya, untuk mencegah kredit bermasalah, perusahaan pembiayaan perlu melakukan strategi khusus.

"Seleksi akan lebih ketat. Misalnya, pembiayaan dengan debitur di atas Rp 20 juta, belum ditambah BNPL (buy now pay later), punya potensi menawarkan pembiayaan ke existing customer," katanya.

Tak hanya itu, penawaran suku bunga pembiayaan juga perlu dipertimbangkan. "Mungkin dengan penawaran bunga yang lebih moderat ke existing. Perusahaan pembiayaan akan melakukan berbagai macam pendekatan ke debiturnya," pungkasnya.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url