Demokrat: Kami Alami Guncangan Luar Biasa di Pemilu 2024, Suara Tetap Naik
24 Mar, 2024
Halaman ini telah diakses:
Views
Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) silaturahmi dengan kader partai di Kantor DPP. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan
Kepala Badan Komunikasi Strategis dan Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengaku puas dengan capaian partainya di Pemilu 2024.
Sebab paslon 02 Prabowo-Gibran yang mereka usung berhasil meraih suara tertinggi di Pilpres. Selain itu, jumlah suara Demokrat meningkat meski kursi di Parlemen berkurang.
"Pileg kami mengalami peningkatan suara, tahun 2019 (jumlahnya) 10 jutaan, 2024 ini kami 11 jutaan. Hanya saja ketika dikonversi jadi kursi, kursinya memang tidak sebanyak sebelumnya," ujar Herzaky saat dihubungi kumparan, Minggu (24/3).
Herzaky menjelaskan di beberapa daerah, suara Demokrat tipis sekali untuk naik menjadi dua hingga tiga kursi. Menurutnya ini yang membuat perbedaan dengan pemilu sebelumnya. Jadi meski suara partai bertambah, jumlah kursi menurun.
"Kami ini banyak kursi-kursi gemuk yang tidak menjadi kursi tambahan. Di sinilah yang kemudian menjadi perbedaan," jelasnya.
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra di Kantor DPP Partai Demokrat, Senin (3/10). Foto: Zamachsyari/kumparan
Herzaky melihat keberhasilan Demokrat meraih lebih dari 11 juta suara di Pemilu 2024 ini dapat dikatakan sebagai prestasi. Alasannya, ada banyak hal yang partainya lalui menjelang pemilu.
Salah satunya AHY yang gagal jadi cawapres Anies hingga akhirnya keluar dari Koalisi Perubahan.
"Kami mengalami gangguan dan guncangan yang luar biasa dari pihak eksternal yang berusaha merampas pemilihan yang sah di partai kami. alhamdulillah kami bisa terus bertahan dan kami pun prestasinya masih bisa meningkatkan suara," ujar Herzaky.
"Bagaimana kami kembali menghadapi guncangan tanpa ada lampu sein, ditinggalkan ini oleh mantan koalisi kami, mantan capres kami," tambahnya.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ia menegaskan, kalau membandingkan situasi partainya dengan partai lain yang juga menghadapi konflik tapi gagal mempertahankan suara partainya, Herzaky mengaku bangga.
"Disampaikan oleh ketua kami ada partai yang 10 persen (pemilu sebelumnya) tapi kemudian mengalami konflik internal prahara internal lalu 2009 mengalami penurunan drastis jadi 5%. Sedangkan kami ini bukan conflict internal," ujarnya.
"Alhamdulillah kami bisa terus bertahan dan kami pun prestasinya masih bisa meningkatkan suara. Jadi kalau membandingkan dengan sejarah partai lain ini bagi kami prestasi yang luar biasa," tutupnya.
AHY Salah Analisis Sebut Gabung Koalisi Perubahan Hancur Lebur
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB, Syaiful Huda menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bersyukur partainya keluar di Koalisi Perubahan dan beralih mendukung Prabowo Subianto di 2024. Bahkan, AHY menyebut Partai Demokrat bisa hancur lebur jika masih tetap di koalisi itu.
Menanggapi hal itu, Huda menilai AHY telah salah dalam melakukan analisa. Menurutnya, itu karena AHY baru masuk ke pemerintahan sehingga keluar pernyataan tersebut.
"Ya satu, itu Mas AHY salah analisa ya. Kelihatannya kaget ya, kaget gabung, baru gabung ke pemerintahan gitu. Karena faktanya partai pengusung perubahan itu suara dan kursi naik semua. PKB naik 10, NasDem juga naik 10, terus PKS naik 3 kursi. Nah saat yang sama Demokrat kan turun drastis itu," kata Huda saat dihubungi, Minggu (24/3).
"Sementara Mas AHY ketika gabung dengan [kubu] 02 malah turun, gitu. Logika sebaliknya itu bisa disampaikan, kalau tetap di [Koalisi] perubahan, pasti enggak kehilangan kursi dari 54 tinggal 44 berarti kan kehilangan 10 kursi. Jadi, menurut saya kurang tepat," ucapnya.