Babysitter di Malang yang Aniaya Anak Majikan hingga Babak Belur Jadi Tersangka

Halaman ini telah diakses: Views
Ilustrasi penganiayaan anak. Foto: Zwiebackesser/Shutterstock
Ilustrasi penganiayaan anak. Foto: Zwiebackesser/Shutterstock

Polisi telah menetapkan IPS (27), babysitter di Kota Malang yang menganiaya anak majikannya hingga babak belur, sebagai tersangka.

"Betul (sudah ditetapkan tersangka)," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, kepada kumparan, Jumat (29/3).

Danang mengatakan, IPS ditangkap saat masih berada di rumah korban, pada Jumat (29/3).

Adapun peristiwa penganiayaan terhadap anak perempuan majikannya itu terjadi pada Kamis (28/3) sekitar pukul 04.18 WIB.

IPS ini bekerja dinaungi sebuah yayasan asal Surabaya. Namun, polisi belum mengungkap nama yayasan tersebut.

Polisi juga belum mengungkap motif perbuatan pelaku yang tega menganiaya anak-anak. Begitu juga detail kasusnya.

"(Yayasan) dari Surabaya. Untuk nama yayasannya besok ketika rilis bisa ditanyakan langsung ke orang tua korban ya ketika rilis rencana mau hadir," tambahnya.

Babysitter aniaya anak majikan di Malang. Foto: Instagram/@emyaghnia
Babysitter aniaya anak majikan di Malang. Foto: Instagram/@emyaghnia

Korban Dijambak, Dipukul, hingga Babak Belur

Penganiayaan terhadap bocah perempuan ini viral di media sosial. Anak kecil itu babak belur dengan luka memar di bagian mata kanannya, telinga, serta pipi dan bibir.

Bukti penganiayaan tersebut diunggah oleh akun instagram @emyaghnia. Dalam akun tersebut, disebutkan peristiwa penganiayaan terjadi di dalam kamar korban.

Terdapat juga rekaman CCTV bukti pelaku melakukan penganiayaan dengan cara menjambak hingga memukul muka korban berkali-kali. Aksinya tetap berlanjut meski sang anak menangis.

"Astaghfirullah hal adzim biadam kamu suster "I" sudah dianggap keluarga, dititipin anak 2 hari kenapa kau siksa belahan jiwaku ini," demikian caption dalam postingan tersebut dilihat Jumat (29/3).

Pemilik akun juga menuliskan bahwa pelaku penganiaya anaknya itu direkrut dari sebuah yayasan di Surabaya.

"Perlu diketahui sebelumnya saya tidak memiliki masalah apa pun dengan sus "I" posisi sus adek sepertinya tidak mengetahui Cana disiksa! saya ambil dari YAYASAN TERKENAL di Surabaya bahkan sampai seluruh Indonesia tau yayasan ini yang tidak akan saya disebutkan," lanjutnya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url