Liputan6.com, Jakarta: Belum beresnya administrasi di Rumah Sakit Dokter Harjono, Ponorogo, Jawa Timur, membuat rumah sakit ini belum mendapat bayaran dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo senilai Rp 3 miliar. Dampaknya, pihak rumah sakit membatasi pasien rawat inap dengan jaminan kesehatan masyarakat.
Alhasil, para pasien beristirahat di lorong-lorong rumah sakit. Mereka tidur beralaskan tikar sambil menunggu pengobatan. Jika sebelumnya para pasien bisa menginap hingga lima malam, kini dikurangi menjadi tiga malam.
Kisah serupa juga dialami Muhamad Wahyudi. Sudah 20 tahun tangannya bergulat dengan sampah Ibu Kota Jakarta dan hanya Rp 15-20 ribu yang didapatnya dalam sehari. Itu pun hanya cukup untuk makan sehari-hari. Wahyudi sadar betul, ia tak akan punya uang untuk membayar biaya berobat.(ASW/SHA)