JAKARTA - Sembilan stasiun kereta api akan dibuat terintegrasi dengan delapan koridor bus Transjakarta dalam rangka peningkatan utilisasi jaringan kereta Api rel listrik (KRL) Jabodetabek.
Pengintegrasian kereta dengan moda transportasi lain ini merupakan salah satu program revitalisasi KRL Jabodetabek.
"Dengan adanya pengintegrasian moda transportasi kereta api dengan moda transportasi lain ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk berpindah ke angkutan massal," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono saat Temu Unsur Evaluasi Revitalisasi Kereta Api Jabodetabek di Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta, Kamis (21/7/2011).
Adapun sembilan stasiun tersebut adalah Stasiun Sudirman, Jakarta Kota, Juanda, Gambir, Mampang, Matraman, Tomang, Tanjung Priok, dan Pasar Senen. Rencana pengintegrasian moda transportasi ini ditargetkan berlanjut dari 2012 hingga 2019. "Setelah integrasi busway dengan kereta api Jabodetabek terlaksana, nanti akan dilanjutkan dengan rencana pelaksanaan integrated ticketing system," tutur Pristono.
Langkah-langkah persiapan yang telah dilakukan antara lain, uji coba electronic data capture (EDC) Jakcard oleh Bank DKI dan BLU Transjakarta, pembentukan tim kerja implementasi Jakcard, pelatihan petugas, sosialisasi kepada masyarakat dan mobilisasi serta instalasi khususnya koridor I, II dan VI sebanyak 80 unit.
(ram)