Tunda Kehamilan Tingkatkan Risiko Kematian

Halaman ini telah diakses: Views
Juandry10
Pipes Output
Tunda Kehamilan Tingkatkan Risiko Kematian
Aug 13th 2011, 12:01

Liputan6.com, London: Selama ini, masalah kehamilan dan kelahiran di negara-negara berkembang menjadi masalah serius. Ternyata, permasalahan itu juga dialami negara maju. Di Inggris, misalnya, kasus tingkat kematian terus meningkat akibat penundaan kehamilan dan masalah pelayanan rumah sakit yang buruk.

Para dokter, baru-baru ini, mengatakan, menunda kehamilan meningkatkan risiko saat melahirkan. Sementara pelayanan yang buruk mungkin termasuk analisis yang tidak tepat mengenai kondisi ibu hamil, janin, dan prioritas keselamatan. Akibatnya, kesehatan sang ibu diabaikan.

Peningkatan risiko kehamilan dan persalinan juga tidak dapat dipisahkan dari faktor berat badan. Saat menunda kehamilan, wanita yang lebih tua cenderung menderita obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyumbatan arteri.

Sementara itu, masalah kesehatan yang meningkatkan risiko kematian pada ibu hamil adalah penyakit jantung dan saraf. Data Pusat Pertanyaan Ibu dan Anak (CMACE) Inggris mengungkapkan, 261 wanita meninggal selama periode 2006 hingga 2008. Sebanyak 154 dari mereka meninggal lantaran faktor tidak langsung, termasuk infeksi dan penyakit yang berhubungan dengan penundaan kehamilan.

Saat ini, Inggris tengah mencoba mengadapi masalah tersebut dengan memperbanyak dokter kandungan. Penambahan jumlah dokter kandungan dan pelatihan dokter umum diharapkan dapat membantu wanita hamil untuk melihat masalah utama selama proses melahirkan, seperti kesulitan bernapas, sakit kepala dan sakit perut.(mymagsinfo/BOG)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.
If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url